Sinergi Antar-OPD: Bapenda dan DLH Kota Medan Integrasikan Data WP untuk Optimalkan Retribusi Persampahan
Selasa, 28 April 2026, 07:52:39 | Dibaca: 7
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian, menerima kunjungan kerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan Melvi Marlabayana beserta jajaran di Kantor Bapenda Kota Medan. Pertemuan strategis ini difokuskan pada upaya sinkronisasi data dan penguatan sinergidalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi sampah.
Dalam pertemuan tersebut, Kadis DLH Kota Medan menyampaikan agenda utama terkait pengintegrasian data Wajib Pajak (WP) yang dikelola Bapenda dengan data Wajib Retribusi Samapah(WRS) yang ada di DLH. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh potensi retribusi persampahan di Kota Medan dapat tersisir secara akurat dan transparan.
Penyelarasan data ini bertujuan agar penerimaan retribusi sampah dapat kita maksimalkan. Dengan data yang terintegrasi, kita bisa melihat potensi yang selama ini mungkin belum tergarap optimal," ujar Kadis DLH.
Selain membahas persoalan data, DLH juga memaparkan program inovatif mengenai pemberdayaan Relawan Sampah Kota Medan Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membantu pengelolaan limbah di tingkat akar rumput. Terkait hal ini, DLH meminta dukungan penuh dari Bapenda agar program relawan tersebut dapat berjalan berkesinambungan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, memberikan sambutan hangat dan menyatakan komitmen penuhnya untuk bersinergi. Beliau menegaskan bahwa ego sektoral harus dikesampingkan demi kemajuan pembangunan Kota Medan.
"Kami menyambut baik dan siap memberikan dukungan penuh. Sinergi ini adalah langkah nyata bagi kita untuk saling menguatkan. Bapenda siap membantu DLH, baik dari sisi integrasi data maupun dukungan terhadap relawan sampah, demi suksesnya program lingkungan hidup di Kota Medan," tegas Agha Novrian.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum kuat bagi Pemko Medan dalam menciptakan sistem tata kelola retribusi yang lebih modern, akuntabel, dan berdampak langsung pada kebersihan serta kenyamanan kota.