Pimpin Apel Gabungan, Kepala Bapenda Medan Tekankan Strategi "Tancap Gas" dan Keteladanan Pajak
Senin, 09 Februari 2026, 08:59:21 | Dibaca: 11
Mengawali pekan pertama di bulan Februari, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menggelar apel gabungan di halaman Kantor Bapenda Kota Medan, Senin (2/2). Bertindak sebagai pimpinan apel, Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, menyampaikan pesan dari Walikota Medan, Rico Waas, didepan seluruh Jajaran ASN Bapenda Kota Medan, agar segera melakukan akselerasi kinerja.
Dalam arahannya, Agha menekankan pentingnya strategi "tancap gas" di awal tahun. Hal ini dilakukan demi mengoptimalkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi motor utama percepatan pembangunan di Kota Medan.
"Kita harus tancap gas. Maksimalkan kinerja sejak awal tahun untuk mengejar target penerimaan PAD yang telah ditetapkan. Semakin cepat target tercapai, semakin cepat pula manfaat pembangunan dirasakan oleh masyarakat," ujar Agha di hadapan seluruh peserta apel.
Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Agha meminta seluruh pegawai Bapenda untuk menjadi contoh teladan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Ia memerintahkan agar penyerahan dan pembayaran SPPT PBB bagi internal pegawai Bapenda diprioritaskan dan segera dibayarkan PBB nya.
"Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita adalah contoh. Bagaimana masyarakat mau percaya dan sukarela membayar pajak jika kita sendiri tidak memberi teladan? Semakin cepat kita membayar pajak, semakin cepat pembangunan kota berjalan," tegasnya.
Menutup sambutannya, Agha memberikan peringatan keras terkait integritas dan profesionalisme di lapangan. Ia mewanti-wanti agar seluruh personel bekerja sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) dan aturan yang berlaku guna membangun kembali kepercayaan publik.
"Kita bekerja jujur saja stigma negatif tetap ada, apalagi kalau kita berani bermain-main. Bekerjalah dengan baik, jujur, dan sesuai ketentuan. Jangan sampai kita terlibat masalah hukum hanya demi kepentingan pribadi. Hindari segala bentuk penyimpangan di lapangan," pungkas Agha menutup arahannya.