Langkah Cepat Rico Waas Kawal Target PAD Kota Medan di Awal Tahun 2026
Kamis, 16 April 2026, 08:56:19 | Dibaca: 30
Pemerintah Kota Medan menggelar rapat kerja evaluasi realisasi Penerimaan Asli Daerah (PAD) triwulan pertama tahun anggaran 2026. Rapat yang berlangsung di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan pada Rabu (15/4) ini, berfokus pada capaian target serta strategi akselerasi penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Rapat dipimpin langsung oleh Walikota Medan, Rico Waas, didampingi Wakil Walikota Medan, Zakiyuddin Harahap, serta Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman.
Dalam laporannya, Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, memaparkan rincian angka target dan realisasi yang telah dicapai hingga pertengahan April 2026:
Pajak Daerah: Dari target Rp 3,64 Triliun, telah terealisasi sebesar Rp 735,67 milyar (20,16%) per tanggal 14 April 2026.
Retribusi Daerah: Dari target Rp 154,31 milyar , telah terealisasi sebesar Rp 21,78 milyar (14,12%) per tanggal 13 April 2026.
Total Keseluruhan: Realisasi total PAD Kota Medan pada triwulan pertama ini mencapai Rp 757, 46 milyar atau 19,91% dari total target keseluruhan sebesar Rp 3,80 triliun
Walikota Medan, Rico Waas, menyampaikan apresiasi atas kinerja Bapenda, perangkat daerah, serta jajaran kewilayahan yang telah bekerja maksimal di awal tahun. Namun, Rico menekankan agar seluruh jajaran tidak terlena dengan angka yang ada.
"Saya yakin masih banyak potensi pajak yang selama ini belum tersentuh atau luput dari pengawasan. Segera evaluasi dan kejar potensi tersebut untuk memaksimalkan PAD demi pembangunan dan pelayanan masyarakat yang lebih baik," tegas Rico.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi dan sinergitas lintas sektoral. Bapenda diminta untuk bahu-membahu dengan perangkat daerah lain dan jajaran kewilayahan agar target besar di tahun 2026 dapat tercapai tepat waktu.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bapenda M. Agha Novrian menyatakan kesiapannya untuk melakukan inovasi lebih masif. Selain memperkuat sinergitas dengan kewilayahan untuk menggali potensi baru, pihaknya juga fokus pada langkah-langkah preventif.
"Kami siap bekerja lebih baik dan berinovasi untuk mencapai target yang ditetapkan. Fokus kami ke depan adalah menjalin sinergitas erat guna menggali potensi pajak tersembunyi sekaligus mencegah terjadinya kebocoran PAD di kemudian hari," pungkas Agha.